Selasa, 03 Februari 2015

VISIONER MUDA


Jiwa tenang tersinggung hangat
Ayunan kaki muda, terkurung keringat
Maju mundur kian menyengat
Melawan panas dengan semangat

Ocehan menggerutu tetaplah maju
Keegoisanku bukanlah baju
Mengabaikanmu bukan maksud yang aku tuju
Semuanya kata hati, akupun setuju

Jejakku bukanlah muallaf
Renungkan, kalau kita mukhallaf
Demi masa depan agar setaraf
Maaf,,,!!!

Perjuangan ini akan menerus
Hinaan mereka biarkan terbawa arus
Ingat, kita visioner bukan sekedar penjurus

Senin, 02 Februari 2015

“KHILAFKU”

Hening tak lagi sunyi
Sepi tak lagi mendiam diri
Khilafku tak lagi kuasa
Rintihanku pada ilahi, tumpang tunding problem ku masa kini
Denyut detak, ku rasa sendiri
Sedih perih, ku alunkan perlahan dalam diri
Mimpi indah, ku buyarkan begitu saja
Hanya untuk menggenggam keikhlasan dalam rohani
Melipat tekad dalam naluri
Akankah? Semua harapan kumiliki lagi
Oh tuhan, ruangan dalam naunganmu aku berteduh
Milikmu bukanlah milikku,
Aku milikmu dan engkau adalah tuhanku

By      : Effendi pradana
( di depan lemari Aam aliciouz)


SESAL AKAN PETUAH SYETAN



Inikah petuah syetan
Rasa kembali pada tuhan
Rasa pergi dari penjenuhan
Untuk melangkah, aku menariknya namun sia sia
Syetan itu bercerita kisahnya
Aku terlelap tersentuh olehnya,
Bertepuk sebelahnya mengayunkan untuk mengahampiri
Ku lakukan itu lagi
Ya allah
Rasa itu mengganggu jalanku
Tapi ku tak bisa,
Sungguh berdosa ku lakukan siksa dunia
Jeritan itu kembali pada tuhan
Nasehat bukan?
Ragu akan hal itu
Ya allah inilah hambamu mengabaikan perintahmu

By      : Effendi Pradana
( Masih Di Tempat yang Sama)
Thank Aam aliciouz











                                                                                                

Minggu, 01 Februari 2015

MUARA KESEDIAHAN




Kala bersemi senja, diriku bermuara kesedihan
Menepi dan tepikan kegirangan masa depan
Oh tuhan puisi sunyiku mulai menitih hayat
Kepergian tahta menjadikan zona baru

Seperti ranggas berdesir kencang di selip kabut
Seperti air yang tak lagi beriak
Seperti awan bergelimang di atas sana menari menghiburku
Oh tuhan kenapa dengan hidupku saat ini

By      : Effendi Pradana
(di gubuk baru kita )